Psikologi Belajar

Sunday, October 12, 2014

|
PSIKOLOGI BELAJAR

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah:
“Psikologi Belajar”
Dosen Pengampu:
Muhammad Bashori, S.Pd.I, M.Pd
Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Clip.jpg
Disusun Oleh:
Ahmad Fauzi
Azar Qiptiyah
Bagus Fatoni
Muhammad Bahrudin

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
HASANUDDIN PARE KEDIRI
2014




KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
            Dengan  mengucapkan  Alhamdulillah  segala  puji  syukur  kehadirat  Ilahi  Robbi   yang  telah  melimpahkan  segala  rahmat,  dan  hidayah-Nya  kepada  kami  sehingga  kami  dapat  menyelesaikan  makalah  ini  dengan  lancar.
            Sholawat  serta  salam  semoga  tetap  terlimpahkan  kepada  nabi  Muhammad  SAW.  Serta  keluarga,  sahabat,  dan  umatnya.
            Pada  kesempatan  ini  penulis  menyampaikan  rasa  hormat  dan  terimakasih  yang  tak terhingga  kepada Bapak Muhammad Bashori, S.Pd., M.Pd. selaku  dosen  mata  kuliah  “Psikologi Belajar”  dan  segenap  kerabat  dan  teman  yang  telah  memberikan  bantuan  dan  dukungan  guna  terselesaikannya  tugas makalah ini.
            Akhirnya  kami  harapkan  semoga  Allah  SWT  mencatat  dan  menjadikan  sebagai  amal  maqbul  dan  dapat  bermanfaat.  Amin.

                                                                                                Pare,  12 September 2014

                                                                                                        Tim  Penyusun








DAFTAR ISI

JUDUL................................................................................................................................. ........ i
KATA PENGANTAR........................................................................................................ ....... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ...... iii
BAB I : PENDAHULUAN................................................................................................. ....... 1
BAB II : PEMBAHASAN ......................................................................................................... 2
A.   PENGERTIAN HEREDITAS, LINGKUNNGAN, PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN    ........................................................................................................................................ 2
B.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN      ........................................................................................................................................ 3
BAB III : KESIMPULAN.......................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 9







BAB I
PENDAHULUAN
ð  Latar Belakang
Manusia secara utuh adalah manusia sebagai pribadi yang merupakan pengejawantahan manunggalnya berbagai ciri atau karakter hakiki atau sifat kodrati manusia yang seimbang antar berbagai segi yaitu antara segi (i) individu dan social (ii) jasmani dan rokhani (iii)dunia dan akhirat. Individu itu sendiri dalam kamus Ekhols & Shadaly memiliki  makna kata benda dari individual yang berarti orang, perorangan, oknum.
 Individu berarti tidak dapat dipisahkan (undivided), tidak dapat dipisahkan, dan keberadaannya sebagai mahluk yang pilah, tunggal dan khas. Seseorang berbeda dari orang lain karena  cirri-ciri yang khusus itu (Webster’s 743) Setiap individu memiliki ciri dan sifat atu karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Perbedaan inilah yang menyebabkan individu itu unik, karena adanya perbedaan baik dalam ciri, dan sifat atau karakteristik bawaan bahkan karena adanya  pengaruh lingkungan di dalam perkembangannya
ð  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah penelitian yang akan dirumuskan adalah:
1.      Memahami pengertian hereditas dan lingkungan
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan





BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN HEREDITAS, LINGKUNGAN, PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1.    Pengertian Hereditas
Masing-masing individu lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu. Ini berarti, bahwa karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan/perpindahan dari cairan-cairan “germinal” dari pihak orang tuanya. Menurut Witherington, hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Dengan kata lain hereditas merupakan pewarisan atau pemindahan biologis karakteristik individu dari pihak orang tuanya. Faktor hereditas ini  merupakan factor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma ) sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen – gen.
2.    Pengertian Lingkungan
Lingkungan, alam sekitar tempat manusia hidup, dan dalam hubungannya dengan alam sekitar tersebut orang yang bersangkutan menunjukan reaksi. Lingkungan adalah segala materiil dan stimulasi dalam dan diluar diri individu. Lingkungan psiologis, lingkungan psikologis dan lingkungan sosio-kultural. Lingkungan psikologis adalah segala kondisi dan materiil didalam dan diluar tubuh. Lingkungan psikologis adalah stimulasi yang diterima individu sejak masa dalam kandungan hingga meninggal. Lingkungan sosio-kultural adalah segala stimulasi interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan atau karya orang lain. Dalam psikologi  lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada didalam atau diluar individu yang bersifat mempengaruhi sikap, tingkah laku, atau perkembangannya.
3.    Pengertian Pertumbuhan
 Pertumbuhan ( Growth ) adalah perubahan KUANTITATIF ( berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dst ) pada materiil sesuatu akibat dari adanya pengaruh dari lingkungan. Contoh : munculnya gigi baru, semakin bertambahnya jumlah gigi, semakin bertambahnya tinggi badan, dst.

4.    Pengertian Perkembangan
Perkembangan ( Development ) adalah suatu proses perubahan ke arah kedewasaan atau pematangan yang bersifat KUALITATIF ( ditekankan pada segi fungsional ) akibat adanya proses pertumbuhan materiil dan hasil belajar dan biasanya tidak dapat diukur. Contoh : pematangan sel ovum dan sperma, munculnya kemampuan berdiri dan berjalan, dst.

B.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1.    Faktor Hereditas
Faktor hereditas dapat dikatakan sebagai faktor internal dan disebut juga sebagai faktor keturunan atau pembawaan, yaitu segala ciri, sifat atau kemampuan yang dimiliki individu sejak kelahirannya dan diterima sebagai turunan atau warisan dari orang tuanya. Hereditas atau pembawaan ini dapat debedakan menjasi dua kategori, yaitu:
a.    Pembawaan fisik
Pembawaan fisik seperti bentuk hidung, warna kulit, bentuk rambut, mata, telinga, dan sebagainya merupakan pembawaan yang bersifat menetap (permanent state). Sifat atau ciri pembawaan fisik ini secara alami tidak dapat dapat dirubah atau bersifat menetap. Kalaupun ada perubahan fisik yang dapat dibentuk melalui olah raga sehingga badan menjadi kekar, tegap dan sebagainya, maka hal demikian ini tidak dapat dianggap sebagai perubahan fisik dalam arti yang sebenarnya karena perubahan yang terjadi tidak menghilangkan sifat-sifat aslinya. Adapun perubahan karena operasi, kecelakaan, dan sebagainya tidak termasuk tidak termasuk dalam pembahasan ini karena sifatnya yang tidak alamiah.
b.    Pembawaan Psikis
Pembawaan psikis (kejiwaan) merupakan pembawaan individu yang bisa berubah (temporary state). Termasuk dalam pembawaan psikis ini antara lain intelegensi (kecerdasan), bakat, sifat periang, pemberani, penakut, dan sebagainya. Sifat-sifat tersebut merupakan faktor pembawaan yang kemungkinan besar dapat berubah melalui interaksi dengan lingkungannya.
Kemampuan psikis yang sering dipandang sebagai faktor pembawaan yang bersifat menetap adalah intelegensi dan bakat. Intelegensi merupakan kemampuan atau kecerdasan yang bersifat umum sedangkan bakat merupakan kemampuan yang bersifat khusus. Kemampuan bersifat khusus yang dipandang sebgai bakat misalnya bakat dalam bidang olah raga, seni, bahasa, ekonomi, teknik, dan sebagainya (Sukmadinata, 2009: 46). Pada dasarnya semua pembawaan psikis itu dapat berubah. Sebagaimana setiap individu terlahir dengan potensi baik dan buruk, maka setiap individu juga dilahirkan dengan sejumlah potensi yang  melalui interaksi dengan lingkungan, hanya saja signifikansi perubahan itu sangat tergantung pada besar atau kecilnya potensi atau pembawaan yang dimiliki oleh individu.
2.    Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu. Pertumbuhan dan perkembangan individu bukanlah semata-mata terjadi sebagai proses internal pada dirinya. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut justru sebagian besar terjadi karena interaksi dengan lingkungan. Lingkungan yang dimaksudkan di sini adalah segala faktor yang terlibat serta berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan individu. Lingkungan sebagaimana dimaksud mungkin saja ada di sekitar individu, mungkin juga barada jauh dari ndividu, berada pada saat ini, pada masa yang telah lama berlalu, lingkungan yang efektif maupun lingkungan yang tidak efektif. Lingkungan tersebut dapat berupa lingkungan alam atau geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, keamanan, keamanan dansebagainya. Berikut ini dikemukakan gambaran singkat tentang bagaimana faktor-faktor lingkungan tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu.
a.    Faktor Alam atau Geografis
Lingkungan alam atau geografis di mana individu tinggal akan berpengaruh terhadap terhadap perkembangan dan perilaku individu. Seseorang yang lahir dan dibesarkan di daerah pegunungan akan memiliki sifat-sifat dan kecakapan untuk mengatasi tantangan di daerah tersebut. Kondisi alam daerah pertanian yang relatif sunyi, jauh dari kebisingan akan membentuk individu-individu memiliki kebiasaan berbicara pelan dan memiliki berbagai keterampilan yangberkaitan dengan bidang pertanian. Berbeda dengan individu-individu yang terlahir dan besar di daerah pegunungan, mereka yang terlahir dan dibesarkan didaerah pantai yang selalu bising dengan suara ombak, biasanya mereka memiliki kebiasaan bicara keras dan memiliki keterampilan yang banyak berkaitan dengan bidang kelautan. Demikian pula mereka yang tumbuh dan berkembang di daerah berslju, daerah gurun, daerah tandus dan sebagainya, maka mereka akan tumbuh dan berkembang, memiliki kebiasaan, ketahanan tubuh, serta keterampilan hidup yang diperlukan atau sesuai dengan tantangan alam dan kondisi geografis di lingkungan mereka masing-masing.
b.    Faktor Sosial
Sesuai dengan kodratnya, manusia adalah makhluk sosial di mana ia tidak akan dapat hidup sendirian tanpa membutuhkan atau berhubungan dengan orang lain. Faktor-faktor yang menyangkut hubungan seorang manusia dengan manusia lainnya inilah yang disebut dengan lingkungan sosial. Hubungan yang terjadi dapat berbentuk hubungan antara individu dengan individu, hubungan antara individu dengan kelompok, atau hubungan atntara kelompok dengan kelompok. Hubungan juga dapat berlangsung dalam berbagai situasi, seperti situasi kekeluargaan, situasi kedinasan, situasi belajar, dan sebagainya. Situasi sosial di mana individu berada tentu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Individu yang tumbuh dan berkembang di lingkungan sosial yang diwarnai gotong royong dan kebersamaan akan memiliki karakteristik yang berbeda dari individu yang tumbuh di lingkungan yang diwarnai dengan kompetisi atau persaingan.
Termasuk dalam lingkungan sosial ini adalah lingkungan keluarga yang merupakan unsur pertama dan utama serta paling berpengaruh terhadap perkembangan individu. Dalam lingkungan keluarga inilah, individu pertama-tama mendapatkan pendidikan, bimbingan, asuhan, pembiasaan dan latihan. Keluarga bukan hanya menjadi tempat di mana individu dilahirkan, dipelihara, dan dibesarkan, melainkan juga menjadi tempat individu hidup dan dididik untuk pertama kalinya. Apa yang diperoleh individu dalam kehidupan keluarga akan menjadi dasar bagi perkembangan individu pada kehidupan-kehidupan selanjutnya. Keluarga merupakan masyarakat kecil sebagai prototipe masyarakat luas. Semua aspek sosial kemasyarakatan ada dalam lingkungan keluarga, seperti politik, ekonomi, keamanan, kesehatan, agama, budaya, dan aspek pendidikan.

c.     Faktor Budaya
Lingkungan budaya merupakan lingkungan yang berkenaan dengan segala hasil kreasi manusia, baik hasil kreasi yang konkrit maupun yang abstrak, berupa benda, ilmu pengetahuan, teknologi, aturan-aturan, lembaga-lembaga, adat kebiasaan, dan lain-lain. Manusia adalah makhluk yang berbudaya dan membudaya. Mereka bukan saja meenerima, turut melestarikan, menikmati, dan memanfaatkan hasil-hasil kebudayaan, tetapi juga menciptakan kebudayaan. Dalam proses berbudaya dan membudaya inilah individu berkembang dan berperilaku. Dibandingkan dengan makhluk lain, manusia terlahir dengan beberapa kelebihan di antaranya adalah kemampuan berpikir, berinteraksi, berkreasi, dan bermoral. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki manusia itulah yang melatarbelakanginya untuk selalu berkembang jauh lebih tinggi melampaui makhluk-makhluk yang lain.
Tingginya tingkat peradaban manusia ditandai oleh kemajuan kebudayaan yang dapat mereka capai. Perkembangan kebudayaan dapat menjadi tolok ukur dari kemajuan peradabannya. Keberadaan manusia tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan, manusia yang menciptakan, melestarikan, dan membesarkan kebudayaan di manapun mereka berada. Manusia dibesarkan dalam kebudayaan sekaligus membesarkan kebudayaan di mana mereka berada. Kegiatan individu bukan saja memanifestasikan ciri-ciri dan sifat-sifat pribadi dari individu tersebut melainkan juga memanifestasikan kebudayaan lingkungannya.
d.   Faktor Politik dan keamanan
Lingkungan politik dan keamanan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan individu. Keduanya mempunyai pengaruh yang tidak kalah besarnya dibandingkan dengan lingkungan yang lain terhadap perkembangan individu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jerman, anak-anak dan remaja serta yang masih dalam kandungan ketika terjadi perang dunia sebagian besar menderita stress dan kegugupan. Sebagian besar atau mungkin juga seluruh anak-anak dan pemuda Palestina memiliki rasa benci terhadap Israel. Kedua contoh tersebut menunjukkan pengaruh lngkungan keamanan maupun politik terhadap perkembangan dan pribadi individu (Sukmadinata, 2009:51).

e.    Faktor Agama
Bagi orang-orang yang taat beragama, lingkungan keagamaan memiliki pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan lingkungan yang lain. Hal demikian karena kepatuhan terhadap ketentuan agama bukan hanya dilatarbelakangi oleh kebiasaan, peniruan, penyamaan diri, rasa senang, dan rasa bangga sebagaimana yang terjadi pada lingkungan sosial maupun budaya, melainkan karena adanya keharusan dan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban agama. Oleh karena itu pemahaman terhadap perilaku dan perkembangan individu perlu dilengkapi dengan pemahaman terhadap kehidupan dan lingkungan keagamaan dari individu yang bersangkutan. Cara-cara beribadat dengan berbagai macam ritual keagamaan serta berbagai bentuk manifestasi keyakinan dan kepercayaan akan memberi warna terhadap kepribadian dan perilaku individu penganutnya.










BAB III
KESIMPULAN
ð  Menurut Witherington, hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Dengan kata lain hereditas merupakan pewarisan atau pemindahan biologis karakteristik individu dari pihak orang tuanya.
Lingkungan adalah segala materiil dan stimulasi dalam dan diluar diri individu. Lingkungan psiologis, lingkungan psikologis dan lingkungan sosio-kultural.
ð  Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
A.    Faktor Herditas
Faktor hereditas dapat dikatakan sebagai faktor internal dan disebut juga sebagai faktor keturunan atau pembawaan, yaitu segala ciri, sifat atau kemampuan yang dimiliki individu sejak kelahirannya dan diterima sebagai turunan atau warisan dari orang tuanya.
B.     Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu.














DAFTAR PUSTAKA

ð  http://wynda2.blogspot.com/2013/04/definisi-pertumbuhan-dan-perkembangan.html
ð  http://taufikhidayat93.blogspot.com/2013/05/hubungan-antara-perkembangan-dengan.html

0 komentar:

Post a Comment

™Welcome to Bagu's08 Blog, Now Is Time To Be Smart™

Followers

Powered by Blogger.

Google+ Followers

Bagus

Bagus

Google+ Badge