Takabur

Friday, March 28, 2014

|
BAB I
PENDAHULUAN

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan bentuk yang sebaik-baiknya, bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain di dunia ini, manusia merupakan makhluk yang paling baik bentuknya dan paling sempurna karena mempunyai akal. Bila dibandingkan antara sesama manusia sendiri, maka di antara mereka ada kelebihan dan ada kekurangannya. Tidak ada manusia yang paling sempurna bila dibandingkan dengan yang lain. Oleh karenanya Allah SWT melarang manusia berlaku sombong karena di balik kelebihan yang dimiliki, dia juga mempunyai kekurangan. Apalagi kelebihan yang dimiliki oleh manusia adalah pemberian Allah SWT. Jadi, tidak ada alasan untuk sombong. Berikut ini merupakan salah satu cerita Rasulullah saw. mengenai orang yang sombong :
Percakapan antara Surga dan Neraka
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Neraka bercakap-cakap dengan surga, isi percakapan itu adalah :
Neraka berkata: Aku akan dimasuki oleh orang yang zalim dan takabur (sombong).
Syurga berkata: Aku akan dimasuki oleh orang yang lemah dan miskin.
Maka Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada Neraka: Kamu adalah siksaan-Ku. Aku akan menyiksa siapa saja yang Aku kehendaki melaluimu. Allah berfirman: Aku gunakan kamu untuk menimpakan bencana terhadap siapa saja yang Aku kehendaki. Allah berfirman pula kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku. Aku akan berikan rahmat-Ku melalui kamu kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Kedua-dua dari kamu Aku akan isi hingga penuh.
Rumusan Masalah:
ð  Apa pengertian Takabur?
ð  Apa saja dampak buruk dari takabur?







BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian Takabur
Takabur menurut bahasa artinya sombong atu membanggakan diri. Sedangkan menurut istilah Takabur adalah sikap berbangga diri dengan beranggapan bahwa dirinyalah yang paling hebat dan benar dibanding dengan orang lain.[1] Takabur atau sombonh merupakan sifat tercela dan berbahaya. Bagi orang yang takabur, Allah SWT. akan memberi balasan berupa neraka jahanam, sebagai mana firman Allah SWT. :
فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
“Maka masuklah pintu-pintu neraka jahanam, kamu kekal didalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri” (QS. An Nahl : 29)
Islam sangat melarang umatnya memiliki sifat takabur (sombong) karena kesombongan akan membuka jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin dalam lingkungan masyarakat. Disamping itu kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian dan titipan Allah SWT. Oleh karena itu, tidak ada alasan manusia untuk menyombongkan diri, bahkan sebaliknya kita harus selalu mensykuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. sebagai nikmat dan karunia.
B.  Dalil Naqli Tentang Takabur
1.      QS. Al isra’: 37
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا 
Artinya: “Dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi, dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al-isra’:37)
Isi kandungan:
a.  Manussia tidak boleh berjalan atau berbuat sombong dimuka bumi
b.  Orang-orang yang sombong tidak dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.(tidak mendapatkan hasil, tidak dapat mencapai cita-cita)

2.      QS. Al Qashas: 83
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirin dan berbuat kerusakan dimuka bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Qashas: 83)
Isi kandungan:
a.  Alam akhirat adalah alam yang kekal yang diciptakan Allah SWT. sesudah manusia mati.
b.  Alam akhirat terdapat  syurga dan neraka.
c.  Neraka diciptakan Allah SWT untuk orang-orang yang menyombongkan diri dan berbuat kerusakan dimuka bumi.
d. Syurga diciptakan Allah SWT untuk orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa.
e.  Ayat itu menjelaskan supaya manusia tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan dimuka bumi agar mendapat alam akhirat yang mulia.
3.      QS. Al Luqman: 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan muka mu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Luqman: 18)
Isi kandungan:
a.  Setiap manusia tidak boleh berbuat sombong atau takabur, seperti dappat dilihat dari tingkah lakunya seperti, memalingkan muka (tidak peduli pada orang lain) dan juga angkuh.
b.  Allah tida menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
4.      QS. Al Mukmin: 60
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Bero’alah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60)
Isi kandungan:
a.  Allah Menyuruh manusia berdo’a kepada-Nya niscaya akan dikabulkan.
b.  Allah tidak menykai orang-orang yang menyombongkan dirinya dari menyembah-Nya, Jika menyombongkan diri maka akan dimasukkan keneraka jahannam dalam keadaan hina dina.
c.  Setiap manusia tidak boleh takabur, apapun bentuknya. Seperti, engganmeminta tolong kepada orang lain meskipuan ia membutuhkan dan tidak mau berdo’a untuk memohon ampun kepada Allah SWT.
C.  Akibat Buruk Takabur
Sifat takabur atau merasa diri lebih sangat berbahaya bagi kemajuan manusia dalam meraih derajat spiritual. Takabur merupakan kondisi yang bila ada pada diri seseorang, maka orang itu akan merasa bangga dengan dirinya[2]. Adapun akibat buruk dari sifat takabur adalah sebagai berikut:
a.    Tidak mampu mengambil pelajaraan.
Seseorang yang sombong karena keuggulan dan kelebihannya dari pada orang lain di sadari atau tidak kadang-kadang melebihi tuhan sendiri, sikap seperti ini mengakibatkan ketidak mampuannya mengambil pelajaran sehingga ketika melihat ayat-ayat allah yang begitu banyak pada dirinya dan alam sekita, ia berpaling dari ayat-ayat itu.
b.    Jiwa gundah dan terguncang.
Untuk memuaskan rasa unggul dan lebih dari orang lain, orang yang sombong selalu ingin agar orang lain menundukkan kepala di hadapannya dan menurutinya. Manurutinya. Manusia yang mulia dan memiliki harga diri tentu akan menolak hal ini dan sejatinya memang mereka tidak akan terjerumus pada angan-angan jelek yang berasal dari dirinya, yang berakibat pada keterkuncangan jiwanya.
c.    Selalu melakukan kesalahan dan kekurangan.
Seorang yang sombong karena merasa dalam setuap hal tidak akan melakukan interopeksi diri untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan dirinya, serta memperbaiki hal-hal yang perlu di perbaiki ia juga tidak mau menerima nasihat, petunjuk, dan bimbingan dari orang lain sehingga akan terus berada dalam kekeliruan dan kesalahannya sampai akhir ayat, kemudian masuk neraka.
d.   Timbulnya perpecahan dikalangan umat.
Perpecahan di kalangan umat bisa saja terjadi karena sikap sombong, sebab pada dasarnya hati manusia menyukai orang yang ramah, lemah lembut, dan rendah hati.
e.    Sulit mendapat bantuan dan pertolongan Allah SWT.
. Allah SWT telah memenetapkan bahwa dia tidak akan memberikan bantuan dan pertolongan kecuali pada orang-orang yang rendah hati hingga mereka bisa menjauhi setan dari jiwa mereka, bahkan dapat menjaukan kebanggan diri meraka sendiri.
f.     Tidak dapat meraih syurga.
Dampak terakhir dari kesombongan adalah tidak dapat masuk surga ini wajar sebab orang melewati batas ketuhanan dan terus menerus berada dalam kekurangan dan kesalahannya kehidupannya akan terhenti ia tidak dapat menghasilkan kebaikkan yang pantas mendapatkan pahala dan selamanya tidak mendapat surga.[3]








BAB III
KESIMPUALAN
ð  Takabur menurut bahasa artinya sombong atu membanggakan diri. Sedangkan menurut istilah Takabur adalah sikap berbangga diri dengan beranggapan bahwa dirinyalah yang paling hebat dan benar dibanding dengan orang lain.
ð  Akibat buruk sifat takabur:
a.       Tidak mampu mengambil pelajaraan.
b.      Jiwa gundah dan terguncang.
c.       Selalu melakukan kesalahan dan kekurangan.
d.      Timbulnya perpecahan dikalangan umat.
e.       Tidak dapat meraih syurga.
f.       Sulit mendapat bantuan dan pertolongan Allah SWT.










DAFTAR PUSTAKA

ð  Marhan, S Royani, Sifat-Sifat Tercela, Jakarta: Pustaka Al-Husna 1994
ð  Fauzi, Ikhwan, Sifat Takabur dan Akibat Buruknya, Jilid 1, Bandung: Mizan 1984



[1] Marhan S Royani, Sifat-Sifat Tercela, hlm:47
[2]  Fauzi, Ikhwan, Sifat Takabur dan Akibat Buruknya, hlm:23
[3] Ibid

0 komentar:

Post a Comment

™Welcome to Bagu's08 Blog, Now Is Time To Be Smart™

Followers

Powered by Blogger.

Google+ Followers

Bagus

Bagus

Google+ Badge